Headlines News :
Showing posts with label Ekonomi dan Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi dan Bisnis. Show all posts

2 Perusahaan Migas Di Sumenep Belum Kantongi Izin

Written By fajarmduro on Thursday, March 28, 2013 | 16:01

Sumenep - Kabupaten Sumenep yang dikenal kaya akan kekayaan sumber daya alam berupa minyak dan gas (migas), dimanfaatkan oleh 6 perusahaan migas untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi.

Namun, dari 6 perusahaan migas yang melakukan kegiatan eksplorasi di Sumenep, diketahui ada 2 yang tidak memiliki ijin dari Pemerintah Kabupaten setempat. 

Hal itu diungkapkan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si usai menggelar pertemuan dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali Madura dan Nusa Tenggara (Jabamanusa), Agus Kurnia, Kamis (28/03) pagi. 

“Pertemuan dengan K3S dan SKK Migas, merupakan tindak lanjut sebelumnya, sekaligus menawarkan agar K3S berkantor di Sumenep, sebagai lokasi penghasil migas. Selama ini kan perusahaan migas hanya kegiatannya saja di Sumenep, tapi mereka berkantor di wilayah lain,”kata Bupati Sumenep, Kamis (28/03). 

Menurut Bupati, upaya penarikan kantor K3S dialihkan ke Sumenep, guna menaikkan perekonomian di Sumenep. 

“Bagi kami, ini tujuan jangka panjang. Kalau kantor K3S berada di Sumenep. Otomatis berpengaruh terhadap perekonomian kedepan yang lebih baik. Mudah-mudahan ada sinyal positif dari mereka, sekali pun surat permohonan sudah lama kami ajukan,”terangnya. 

Selain itu, lanjut Bupati, dalam pertemuan tersebut Bupati juga meminta seluruh perusahaan migas yang beroperasi di Sumenep, khususnya yang melakukan eksplorasi, agar tertib administrasi. 

“Sebenarnya ada 6 perusahaan migas yang beroperasi di Sumenep, baik kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi, diantaranya PT. Kangean Energy Indonesia (KEI), PT. Husky Oil, PT. Petro Java, PT.  Santos, dan PT. Energy Mineral Langgeng (EML). Namun, 2 perusahaan diantaranya yang melakukan eksplorasi belum mengantongi ijin dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Makanya, kami meminta bagi perusahaan tersebut untuk menghentikan kegiatannya,”ungkapnya.  

Ketika ditanya perusahaan mana saja yang tidak melengkapi ijin eksplorasi tersebut, Bupati enggan menjelaskan. 

“Kami telah berkirim surat ke perusahaan-perusahan migas yang tidak memiliki ijin lengkap dari Pemerintah Daerah. Kalau dalam waktu dekat, persoalan ijin tidak segera dipenuhi, maka Pemerintah Kabupaten Sumenep akan melakukan penertiban,”pungkasnya. ( Nita, Esha )

Sumber : sumenep.go.id 

Tidak Kantongi Ijin, Toko Alfamart Ditutup Secara Paksa

Written By fajarmduro on Friday, March 15, 2013 | 09:19

Tidak Kantongi Ijin, Toko Alfamart Ditutup Secara Paksa
PAMEKASAN - Badan Polisi Pamong Praja dan Linmas Kabupaten Pamekasan akhirnya menutup secara paksa toko Alfmart, yang ada di jalan raya panglegur Kamis (7/03). Penutupan itu karena toko tersebut tidak mengantongi ijin usaha dan ijin operasional.

Muhammad Yusuf Kepala Seksi Penindakan Pol PP mengatakan, toko tersebut sudah diberi teguran dan pembinaan. Toko itu sudah diminta agar hari Senin kemarin tidak melakukan aktivitas. Tapi kenyataannya sampai hari Rabu tetap melayani pembeli. Karena himbauan Pol PP tidak diindahkan, secara paksa Alfmart itu ditutup

Dijelaskan Yusuf, seharusnya sebelum toko tersebut beroperasi, segala kewajiban berupa kelengkapan administrasi perijinan harus dilengkapi terlebih dahulu, “Ini justru terbalik dimana pihak Alfmart sudah beroperasi duluan dan ijinnya belakangan,” terangnya.

Saat dimintai konfirmasi soal perijinannya, salah satu karyawan yang paling senior di Alfmart enggan untuk berkomentar. Bahkan disebutkan namanya saja ia keberatan. Ia hanya pasrah atas apa yang dilakukan oleh Pol PP dengan didampingi dari aparat Polsek dan Koramil Tlanakan. 

Sebelumnya, Herman Sukamto Kepala Kantor Perijinan dan Pelayanan Terpadu (KPPT) saat dimintai keterangan soal Alfmartdi Jalan Raya Panglegur itu memang membenarkan tidak mengantongi ijin. Berkas perijinan yang diajukan ke Bappeda ditolak karena sudah bukan bidangnya. Di KPPT sendiri tidak ada berkas yang masuk. Selain dari itu, Peraturan daerah tentang penataan pasar tradisional dan pasar Modern, saat ini tengah dibahas di DPRD Pamekasan. Dengan demikian, segala pengajuan perijinan usaha pasar modern seperti Alfmart/ tidak dikeluarkan sambil menunggu selesainya Raperda. 

Sumber : pamekasan.go.id

Jelang Imlek, Petani Buah Naga Kebanjiran Orderan

Written By fajarmduro on Friday, February 8, 2013 | 14:29

menjelang imlek, Buah naga
Sumenep - Sahniyah, salah satu petani buah naga yang ada di kecamatan Pragaan Sumenep mengaku dapat menghabiskan 1 Ton lebih buah naga pada saat menjelang hari raya imlek kali ini, hanya dalam waktu dua pekan.  

Di samping pesanan secara borongan dari luar daerah, banyak juga pembeli buah naga yang datang secara langsung ke lokasi budidaya dan penjualan buah naga di desa rombasan Pragaan. Bahkan tak sedikit pembeli yang langsung ikut menemani petani memetik buah naga yang sudah matang dan siap dimakan.

Meski kebanjiran pembeli, namun harga jual buah naga di daerah Pragaan tidak terbilang mahal, sebab secara kebetulan panen raya buah berlangsung pada bulan Januari hingga awal Februari. Sehingga harga buah naga warna merah per Kilogram cuma 15 ribu hingga 20 ribu rupiah. Namun harga tersebut justru akan naik saat panen ketiga dan keempat, sebab hasil panen buah naga telah berkurang. Jika panen raya bisa mencapai 1 Ton untuk rata-rata tanaman petani, jika tidak masa panen raya hanya mencapai 4 Kuintal.

Sumber : madurachannel.com

Tidak Ada Lahan untuk Relokasi Pasar Sedangdang

Written By fajarmduro on Monday, February 4, 2013 | 21:24

PAMEKASAN - Rencana relokasi 79 pedagang yang menempati lahan milik Kodim 0826 Pamekasan di pasar Sedangdang, menemui kendala. Para pedagang itu menolak pindah karena belum menemukan lokasi pengganti sebagai tempat berjualan.

Salah satu pedagang di pasar yang terancam pindah mengatakan sebelum dilakukan relokasi pihaknya meminta agar Kodim Pamekasan melakukan fasilitasi untuk bertemu dengan pihak pemerintah setempat.

Pertemuan itu untuk membicarakan solusi lahan yang akan ditempati setelah keluar dari lokasi yang sudah ditempati selama 20 tahun untuk mencari penghidupan. Salah satunya untuk diizinkan menempati bekas lokasi Rumah Sakit Pamekasan di Jalan Kesehatan.

“Kami tidak menolak untuk meninggalkan tempat ini, hanya syaratnya harus ada lokasi yang setara dengan lokasi ini,” katanya, (4/2/2013), sambil meminta agar namanya tidak ditulis.

Komadan Kodim Pamekasan, Letnan Kolonel Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah mempertemukan para pedagang dengan pihak perwakilan pemerintah setempat.

Dalam pertemuan itu, pemerintah berjanji akan membicarakan kembali masalah tersebut setelah pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah Pamekasan karena hal itu berkaitan dengan masalah anggaran dan lokasi yang akan ditempati.

“Sudah kami fasilitasi pertemuan itu. Dan rencana tindaklanjutnya akan dibahas lebih dalam setelah Pemilukada. Soal kapan waktunya, itu bukan kami yang menentukan,” kata Prasetyo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Pamekasan, Taufikurrahman, mengatakan Pemerintah Pamekasan tidak menyediakan lokasi untuk ditempati para pedagang Pasar Sedangdang. Sebab beberapa komplek pertokoan dan kios di beberapa pasar di Pamekasan masih banyak yang kosong.

“Mereka bisa pindah ke kios dan toko di Pasar Sore, Pasar 17 Agustus, Pasar Gurem, Citra Logam Mulya dan beberapa pasar lainnya. Di sana masih banyak kios yang kosong dan bisa ditempati untuk berjualan,” katanya.

Taufik menambahkan, permintaan untuk menempati bekas lahan rumah sakit sulit untuk dipenuhi karena lokasi itu sudah diproyeksikan untuk pembangunan fasilitas lain berdasarkan tata ruang wilayah Kabupaten Pamekasan.

Ditegaskan Taufik, pemerintah Pamekasan tidak memiliki kewajiban untuk menyediakan lahan pengganti bagi para pedagang itu karena lokasi yang disediakan untuk berjualan masih bisa digunakan. Para pedagang itu tidak menempati tanahnya Pemkab.

“Apalagi, mereka selama ini menggunakan lahan TNI AD dan bukan milik Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Seandainya mereka menggunakan lahan milik pemerintah dan lahan tersebut akan digunakan, maka menjadi kewajiban pemerintah untuk mencarikan lahan pengganti,” jelas Taufik. (teef/muj)

Sumber : koranmadura.com

Pedagang Pasar Sedangdang Resah akibat Pemutusan Kontrak Sewa Lahan

Written By fajarmduro on Wednesday, January 16, 2013 | 20:55

Pedagang Pasar Sedangdang Resah akibat Pemutusan Kontrak Sewa Lahan PAMEKASAN - Puluhan pedagang di Pasar Sedangdang Kabupaten Pamekasan, Madura, mulai dihinggapi keresahan menyusul tidak diperpanjangnya kontrak sewa lahan yang mereka pergunakan. Sebab, sampai saat ini para pedagang yang menempati lapangan miliki Komando Distrik Militer (Kodim) Pamekasan itu belum memiliki lokasi baru untuk berjualan.

Sebelumnya, Kodim setempat mengeluarkan Surat Edaran tentang tidak diperpanjangnya sewa lahan oleh pedagang di Lapangan Sedangdang. Dalam surat edaran dengan nomor SE/01/I/2013 yang ditandatangai Komandan Kodim, Letnan Kolonel Prasetyo, itu dinyatakan terhitung sejak 1 Januari lalu, Lapangan Sedangdang tidak disewakan lagi kepada pedagang.

Surat edaran itu didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 232/PMK.06/2010 tentang Penataan dan Pemanfaatan Lahan Barang Milik Negara di Lingkungan TNI serta program kerja Kodim Pamekasan tentang penertiban sewa lahan TNI AD di wilayah Pamekasan.

ML, 45, salah satu pedagang di Pasar Sedangdang, mengatakan pemutusan kontrak sewa itu membuat sejumlah pedagang resah dan kelimpungan. Sebab, saat ini mereka belum mendapatkan lokasi baru sebagai pengganti.

“Apalagi, pasar ini sudah mulai dikenal bukan hanya oleh masyarakat Pamekasan, namun juga warga Sumenep dan Sampang,” kata pria yang enggan disebut namanya itu, kemarin (16/1).

Pedangang asal Omben, Sampang itu menilai batas waktu pembebasan yang diberikan, yakni  hingga Senin (28/1)  terlalu singkat bagi dia dan pedagang lain. Sebab, dengan jangka waktu yang hanya beberapa hari itu, sangat mustahil untuk mendapatkan tempat yang strategis untuk berjualan.

“Kami berharap masih diberi kesempatan menempati lahan yang dinilai strategis itu hingga akhir tahun. Setidaknya, dia dan para pedagang lain memiliki kesempatan untuk mencari lahan pengganti,” katanya.

Namun demikian, kata dia, pihaknya bersama pedagang lain sepakat untuk pindah, asalkan pemutusan kontrak sewa lahan itu diberlakukan terhadap semua pedagang yang menempati lapangan sedangdang.

Salah satu lokasi yang diincar adalah bekas lokasi Rumah Sakit Pamekasan di Jalan Kesehatan. Hanya saja, lokasi tersebut masih dinilai terlalu sempit sehingga dimungkinkan tidak semua pedagang akan pindah ke lokasi tersebut.

“Yang kami dengar saat ini, hanya pedagang yang berada di Jalan Agus Salim saja yang harus pindah,sedang pedagang yang berada di Jalan Kesehatan tidak terkena surat edaran tersebut,” kata ML.

Lapangan sedangdang yang merupakan aset Kodim Pamekasan, mulai ditempati pedagang sejak 1988 lalu. Puluhan pedagang yang terdiri dari 62 pedagang konveksi, 13 pedagang sepatu dan tiga pedagang buah itu menempati lahan tersebut dengan sistem sewa senilai Rp. 35 juta dengan cara patungan.       

Petani Garam Tuding Pemerintah Lalai Awasi Impor Garam

Petani Garam Tuding Pemerintah Lalai Awasi Impor GaramPamekasan - Sejumlah petani garam yang tergabung dalam Asosiasi Petani Garam Rakyat (APGAR), masih merasakan dampak tataniaga garam yang masih rendah, akibat banyaknya garam impor mengalir ke madura.

Itu terungkap saat hering antara pemerintah, perguruan tinggi, petani garam dan pengusaha garam yang dipimpin oleh rektor unira Amiril, Rabu (16/01) dilantai 2 Pemkab Pamekasan.

Salah satunya disampaikan faisol salah satu petani dari desa pandan kecamatan galis pamekasan yang menuding pemerintah lalai mengawasi garam impor ke madura.” Pemerintah ini hanya bisa membuat peraturan. Namun, tidak bisa melakukan eksekusi terhadap pengusaha garam yang nakal”. Tegasnya.
Dikatakan, kondisi garam rakyat kian pelik. Sekalipun telah ada HPP garam konsumsi, harga garam rakyat justru merosot, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan harga tahun lalu. Pemerintah juga telah menetapkan pembatasan impor garam, tetapi muncul indikasi rembesan garam impor yang memukul harga garam petani. ”Petani garam rakyat akan mati kalau terus dibiarkan bertarung dengan pengusaha, petani, dan arus garam impor. Petani tidak akan berdaya dan pasti kalah menghadapi kondisi pasar yang tidak sehat,” ujarnya.
Bahkan Menurut faisol, harga garam rakyat saat ini sulit terangkat karena masih ada produsen yang merusak pasar dengan memasarkan garam berharga rendah. Garam geo yang diproduksi PT Garam saat ini dipasarkan seharga Rp 600 per kg.
Diakui ataupun tidak tegas faisol, garam merupakan komoditas strategis sebagai bahan pangan dan bahan baku industri sehingga kegiatan produksi, penyediaan, pengadaan, dan distribusi garam menjadi sangat penting dalam rangka menunjang masyarakat melalui program iodisasi dan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani garam ataupun dalam rangka memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.” Kami (Petani_red) berharap  pemerintah tegas untuk memberikan sanksi kepada pengusaha yang memaksa membeli garam impor, jika produksi garam rakyat masih mengcukupi”. Ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut kadisperindag pamekasan bambang edy suprapto berjanji akan berupaya untuk memenuhi semua yang diinginkan oleh petani garam.” Pemerintah daerah akan berupaya untuk tetap melingdungi petani garam”. Ungkapnya.(AFA).

Menjelang Tahun Baru, Harga Sembako di Bangkalan Naik

Written By fajarmduro on Friday, December 14, 2012 | 10:08

Menjelang Tahun Baru, Harga Sembako di Bangkalan NaikBANGKALAN - Harga sembako (sembilan bahan pokok) menjelang Hari Natal 25 Desember dan Tahun Baru 2013 mengalami kenaikan. Meski belum signifikan, namun bisa diprediksi, harga sembako dipastikan naik lebih tinggi. Seperti terjadi di Pasar Ki Lemah Dhuwur (KLD), di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kota Bangkalan. Siti, pedagang sembako mengakui kenaikan harga sembako beberapa hari terakhir, meski hanya sekitar Rp 1.000.

Kalau sekarang belum banyak yang naik, tapi biasanya mendekati Natal dan Tahun Baru harga mulai naik tinggi,” ungkap Siti kemarin (13/12). Sementara itu harga daging berkualitas sampai hari ini masih menembus angka Rp 85.000 per kg, kenaikan harga daging sapi tetap bertahan sejak Hari Raya Idul Adha. Sedangkan harga bawang merah mencapai Rp 13.000 dari harga normal Rp 7.000.

Sedangkan harga telur mulai naik, yang semula Rp 14.000, kini menjadi Rp 15.500. ”Naiknya harga bawang merah yang cukup tinggi disebabkan saat ini musim hujan, sehingga stoknya kurang,” imbuhnya. Begitu pula harga daging, Halimatus Sadiyah, pedagang daging asal Bilaporah, Socah mengaku mahalnya harga daging sapi karena masih minimnya stok di pasaran, akibat Hari Raya Idul Adha lalu.

Sehingga memicu harga daging meningkat drastis dan belum dapat teratasi sampai sekarang. Kenaikan rata-rata mencapai Rp 1.000 terjadi pada beras, minyak, dan gula. Harga beras yang semula Rp 8.000 menjadi Rp 9.000 per kg. Gula Rp 9.000 dan minyak menjadi Rp 11.000, untuk minyak curah, Rp 9.500. Dikonfirmasi, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindag) Bangkalan Budi Utomo membenarkan adanya kenaikan.

Pembeli yang memilih bawang putih di Pasar KLD kemarin. beberapa komoditi di pasaran tersebut. ”Kenaikan memang terjadi, tapi hanya beberapa komoditi saja seperti cabai, bawang, dan daging. Sementara beras, gula masih tetap, menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemprov Jatim akan mengadakan operasi pasar,” pungkasnya. 

Sumber : maduraterkini.info

XL Luncurkan XL-Ku, Menjelang Akhir Tahun

Written By fajarmduro on Monday, December 3, 2012 | 20:03

XL Luncurkan XL-Ku, Promo XL 2013, Promo XL Akhir Tahun
Surabaya - Menjelang Akhir Tahun, PT XL Axiata Tbk (XL) berusaha mencuri start untuk penambahan target pelanggan di tahun 2013 dengan meluncurkan promo kartu baru lebih awal. Targetnya, kartu baru bernama XL-Ku ini akan mampu menggaet 3 juta pelanggan, khusus wilayah East area XL.

XL mengklaim promo yang diluncurkan kali ini lebih murah dibandingkan paket sebelumnya. Misalnya cukup mengirim satu SMS bisa menikmati gratis SMS sepuasnya serta tetap dapat menikmati layanan telepon dengan biaya Rp 69 per menit.

"Dan tak ketinggalan juga kami memberikan paket internet, mengingat saat ini pertumbuhan data sudah cukup tinggi hingga 30 persen dari total layanan. Dan 25 juta dari 45 juta pelanggan kami adalah pengguna data," ujar Desy Sari Dewi, General Manager Sales Operation XL East 1, dalam launching XL-Ku di Sutos, Senin (3/12/2012).

Hal yang sama juga diungkapkan Adi Yuharman, General Manager FMS East XL. Menurutnya, presentase penggunaan SMS saat ini sudah bergeser ke arah data dimana pengguna SMS kini tinggal 15 persen, sedangkan pengguna data 30 persen dan voice 55 persen.

Pergeseran ini membuat manajemen XL terus konsisten mengembangkan data. Terutama untuk daerah-daerah perkotaan yang memang perangkat dan pengembangan TI masyarakatnya sudah tinggi.

"Dan kartu ini kami harapkan dalam 1 bulan ini mampu menambah 1,5 juta pelanggan baru. Dengan begitu tahun 2013 penggunaan internet bisa naik hingga 15 persen," tandas Adi.

Harga Sapi Lokal Tembus Harga Rp 16 Juta

Written By fajarmduro on Wednesday, October 24, 2012 | 15:47

BANGKALAN - H-2 perayaan Idul Adha, harga sapi Madura tembus harga Rp 16 juta per ekor. Sementara harga  kambing mencapai Rp 2 juta.

Kepala Pasar Arosbaya, Kecamatan Arosbaya Moh Awar mengemukakan, melambungnya harga kambing dan sapi lokal disebabkan tingginya permintaan pasar menjelang Idul Adha, 26 Oktober 2012.

"Sapi lokal dengan berat 3 hingga 4 kwintal dipatok  Rp 13 juta - Rp 16 juta. Sementara harga kambing berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta," terang Moh Awar kepada Surya, Rabu (24/10/2012).

Selain melambungnya harga penjualan sapi dan kambing, lanjut Awar, volume kedua hewan kurban itu juga meningkat sebesar 10 persen hingga 15 persen. "Bisa mencapai 500 ekor yang datang ke sini," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Kabupaten Bangkalan Budi Utomo mengemukakan, melambungnya harga sapi lokal dan kambing masih terbilang normal.

"Di hari biasa, harga sapi lokal berada pada kisaran Rp 10 juta. Sedangkan untuk kambing seharga Rp 750 ribu," katanya singkat.

Menjelang Idul Adha Stok Beras Masih Mencukupi

Written By fajarmduro on Friday, October 19, 2012 | 10:26

Beras Menjelang Idul Adha, Bangkalan, Harga BerasBANGKALAN - Persediaan beras menjelang hari raya Idul Adha hingga akhir tahun di Bangkalan saat ini mencukupi. Sedangkan untuk memenuhi persediaan awal tahun, Bulog Bangkalan akan mendatangkan beras dari luar Madura sebagai stok.

Hal itu dilakukan karena hingga akhir tahun ini, di Bangkalan masih belum ada musim panen padi. ”Sementara beras masih ambil dari luar Bangkalan,” ujar Kepala Bulog Bangkalan Chomsun Saiful (18/10).

Dengan langkah itu, stok beras di Bulog Bangkalan selama awal tahun dan akhir tahun sudah mencapai pengambilan beras sebesar 14 ribu ton. ”Kami sudah ada beras selama awal tahun mencapai 14 ribu ton,” ujarnya.

Sementara itu, untuk persediaan beras hingga akhir tahun ini, Chomsun mengatakan cukup memenuhi. ”Sementara persediaan cukup sampai akhir tahun,” ujarnya. Karena itu, hingga menjelang hari raya Idul Adha nanti tidak akan kekurangan stok beras.

Sumber : beritabangkalan.info

Gula Merah Sumenep Memang Primadona

Written By fajarmduro on Wednesday, October 10, 2012 | 11:49

Gula Merah Sumenep SUMENEP - Kemarau panjang tahun ini dirasakan manfaatnya bagi penghasil gula merah. Apalagi selama ini gula merah asal Sumenep memang menjadi primadona. Hozaimah, 30, perajin gula merah asal Gapura Timur tampak semringah menjajakan sendiri daganganya di Pasar Anom Sumenep.

Menurutnya kemarau panjang memang berdampak banyaknya pepohonan mati. Tapi pohon kelapa yang mengandung nira tetap tidak terpengaruh. ”Nira itu bahan baku untuk gula. Walau kemarau tetap saja diambil manfaatnya,” akunya.

Hal yang sama disampaikan Busari, 36. Dia mengungkapkan jika musim kemarau gula produksinya kualitasnya makin bagus. Gula tampak kering dan tidak lengket. ”Selama ini gula merah asal Sumenep memang menjadi primadona. Pangsa pasar penjualannya sudah seluruh nusantara,” ungkapnya.

Sumber : sumenep.in

Menjelang Idul Adha Harga Sapi Melangit

Harga Sapi PamekasanGALIS - Menjelang Idul Adha yang tinggal beberapa hari lagi, pasaran sapi mulai menggeliat harga sapi pun melangit. Seperti yang terlihat di Pasar Keppo yang ada di Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan. Sejak beberapa waktu terakhir jual beli sapi mulai meningkat.

Beberapa hari ini Pasar Keppo setiap pasaran selalu dipadati penjual dan pembeli. Seperti hari pasaran kemarin (9/10). Bahkan, keberadaannya meluber hingga ke jalan raya.

Sumbedri, 25, pedagang sapi asal Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu mengungkapkan, dua pekan terakhir ini Pasar Keppo selalu dipadati pengunjung. ”Sudah dua kali pasaran Pasar Keppo ramai,” ungkapnya. Untuk harga, Sumbedri membenarkan, menjelang Idul Adha harga sapi me-mang terus merangkak naik.

Bahkan, tidak tanggung-tanggung naiknya berkisar dari Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per ekor. ”Harga sapi untuk sekarang memang mahal,” ungkapnya. Kenaikan harga itu maklum. Menurut Sumbedri, tiap men-jelang Idul Adha memang ada kenaikan harga sapi. Sebab, biasanya banyak warga yang mencari sapi untuk hewan kurban.

”Mungkin naik lagi pekan depan,” ungkapnya. Suanarto, 45, pedagang sapi lainnya mengungkapkan, harga sapi memang terbilang mahal. Diungkapkan, sejak kemarin harga sapi sudah di atas Rp 1 juta untuk ukuran kecil. Padahal, sebelumnya hanya di kisaran Rp 800 ribu. ”Ya mau bagaimana lagi, ini biasa kok, bahkan bisa jadi naik lagi,” ucapnya.

Sumber : pamekasan.info

Rela Menjadi Jukir Demi Mempertahankan Hidup Keluarganya

Written By Unknown on Tuesday, September 25, 2012 | 13:50

Jukir Pamekasan, Perempuan Rela Jadi Jukir
Semangat yang keras serta rasa pantang mundur patut ditiru. Fadilah, perempuan yang ke-sehariannya menjadi juru parkir. Demi sesuap nasi bagi anaknya, dia rela melakoni pekerjaan yang banyak dilakukan laki-laki itu. Apa yang melatarbelakangi?
FADILAH terlihat sibuk mengatur beberapa sepeda motor di depannya pukul 19.00 Minggu malam (23/9) di Jalan Trunojoyo Pamekasan. Tak ubahnya seorang laki-laki, dia ter-lihat gesit memindahkan sepeda motor yang terlihat tidak tertata dengan baik. Saat memindahkan sepeda motor, anaknya terlihat menangis. Fadilah lalu memberi isyarat agar anaknya berhenti menangis.
Setelah mengatur sepeda motor, Fadilah kembali mendekati anaknya. Dia lalu menggen-dong anaknya yang masih kecil itu. Begitulah aktivitas keseharian Fadilah, warga Desa Toronan, Kecamatan Kota Pamekasan. Ibu dari dua anak ini mengaku rela jadi juru parkir (jukir) demi mempertahankan hidup keluarganya. Demi alasan itu pula, Fadilah harus melakoni jalan yang di luar kebiasaan.
Jika pada umumnya jukir kebanyakan laki-laki, tidak demikian dengan Fadilah. Dia malah rela melakukan tugas laki-laki. Semua itu dilakoninya demi mempertahankan kehidupannya. ”Untuk makan saja sulit, ya harus kerja apa saja,” ucap-nya santai sambil membenahi sepeda motor yang semrawut kemarin malam. Ditanya soal pendapatan dari menjadi jukir, Fadilah mengaku tak menentu. Apalagi, Fadilah masih menjadi jukir jalanan alias tidak terorganisasi.
”Cukup untuk makan saja, jadi harus kerja yang lain juga,” kata Fadilah. Dikatakan, seperti halnya jukir yang lain, dirinya mengaku sangat ingin menjadi jukir yang diakui pemerintah. Sebab, meski perempuan tidak ada halangan bagi dirinya karena pekerjaan ini semata ingin memperjuangkan kedua anaknya untuk menyambung hidup. ”Semoga saya jadi jukir yang punya seragam dan diakui sebagai petugas jukir,” ungkapnya polos.
Untuk keinginannya itu, Fadilah berkeinginan melamar jadi jukir resmi. Namun, dia terkendala oleh ijazah. ”Saya bukan orang berpendidikan, namun saya benar-banar ingin jadi jukir,” ungkapnya. Karena keberadaannya seka-dar jukir pembantu, tak jarang Fadilah harus pindah ketika salah satu pemilik toko tidak berkenan dengan kehadirannya.
Hal seperti itu sudah ter-biasa dialami Fadilah. Bahkan, Fadilah pernah dapat cacian. Dengan rasa sabar dan kegigi-han yang dimilikinya, Fadilah menerima semua itu. ”Itu ujian, tidak masalah saya hadapi. Asalkan anak saya bisa makan,” tambahnya. Sayang-nya, Fadilah enggan menjawab saat ditanya ke mana suaminya. Dia hanya bilang, apa yang dilakukannya demi memper-tahankan hidup dan anak-anaknya. Meski terus didesak soal suaminya, Fadilah hanya diam. Selebihnya dia hanya tersenyum simpul.

Kas Badan Penanggulangan Bencana Pamekasan Kosong

Written By Unknown on Saturday, September 22, 2012 | 06:19

Pamekasan - Kas untuk Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Pamekasan, Jawa Timur, Kosong disebabkan dugaan penyimpangan.

kami tidak dapat bergerak maksimal sekarang ini, lantaran Dana yang ada amat terbatas, kata Kepala BPBD Pamekasan Iskandar, Jumat ( 21/9 ).

ia menjelaskan, sekarang ini pihaknya masih mengajukan biaya sebesar Rp.177 Juta dalam Perbahan Biaya Keuangan ( PAK ) 2012 serta sampai saat ini belum cair. mengakibatkan, BPBD tidak dapat lakukan aktivitas apa pun yang terkait dengan penanganan bencana contohnya kekeringan di Pamekasan.

Iskandar menjelaskan, penyaluran bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan pada kemarau kali ini bukan dari BPBD melainkan atas bantuan PDAM Pamekasan. "Seharusnya tanggung jawab BPBD. Tapi karena kami tidak memiliki dana sepeser pun, ya terpaksa tidak bisa bertindak," kata Iskandar. 

Kalaupun ada bantuan terkait bencana kekeringan yang melanda Pamekasan selama ini, menurut Iskandar, itu semuanya dari BPBD Provinsi.

pada mulanya, BPBD Pamekasan menerima Bantuan Dana Hibah dari pemerintah pusat buat Penanggulangan Bencana Alam di lokasi itu sebesar Rp. 4,3 miliar.

Satpol PP Vs Pedagang Kaki Lima (PKL) Perang

Written By Unknown on Tuesday, September 18, 2012 | 09:55

Satpol PP Vs PKL Perang, Pedagang Kaki Lima Perang
PAMEKASAN – Keheningan pagi di Jalan Cokroatmojo depan Pasar Sore Kota Pamekasan tiba-tiba berubah mencekam. Petugas satpol PP terlibat bentrok dengan pedagang kaki lima (PKL) yang akan ditertibkan oleh penegak perda itu kemarin (17/9). Hanya saja, bentrok yang terjadi itu tidak berlangsung lama.

Sebab, kedua belah pihak bisa dilerai oleh aparat kepolisian yang saat itu juga berada di lokasi. Sehingga kejadian itu tidak menyebabkan adanya korban, baik luka atau korban lainnya di kedua belah pihak. Kericuhan berawal saat penegak perda itu hendak melakukan penertiban kepada PKL yang ada di simpang tiga Jalan Cokroatmojo dengan Jalan Diponegoro.

Itu karena keberadaan PKL dinilai melanggar aturan yang ada. Sesuai aturan, lokasi terse-but tidak boleh ditempati para PKL. Mereka seharusnya pin-dah ke selatan tempat itu. Nah, satpol PP berupaya untuk menertibkan para PKL tersebut. Namun, PKL menolak. Bahkan, mereka ngototuntuk mempertahankan lapak-lapak yang sudah ada. Sedangkan pihak satpol PP tetap bersikeras menertibkan. Akhirnya, cekcok kedua pihak pun terjadi.

Para PKL bertahan dan meminta tidak dilakukan penertiban. Sebab, tempat itu dinilai cukup strategis untuk berjualan. Namun keinginan PKL ditolak oleh satpol PP. Polisinya PNS itu langsung melakukan eksekusi kepada lapak-lapak milik PKL. Saat itulah para PKL tetap ngotot. Bahkan, saat hendak diangkat ke mobil patroli para PKL tetap menolak.

Puncaknya, terjadi cekcok yang berujung pada bentrok fisik. Namun, bentrokan itu tidak berlangsung lama. Semua pihak yang ada di lokasi berupaya melerai pertikaian lebih jauh antara satpol PP dengan PKL. Sedangkan penertiban tetap berlanjut. Tidak puas dengan itu, para PKL yang ada di sekitar lokasi langsung mendatangi ketua pa-guyuban PKL.

Nah, di tempat itu pula terjadi cekcok antara perwakilan paguyuban de ngan PKL. Bahkan, PKL dengan perwakilan paguyuban sempat berkelahi. Aksi bogem mentah terjadi di antara keduanya. Namun, lagi-lagi perlawanan para PKL tidak membuahkan hasil. Penegak perda tetap membawa lapak-lapak PKL. Kendati demikian, sebagian PKL sudah membiarkan lapaknya dipindah.

Tetapi mereka tetap menggerutu, salah satunya Hosna. Dia bahkan berteriak histeris saat lapaknya diangkut oleh satpol PP. ”Ini kebijakan pengecut. Beberapa waktu lalu kami diperbolehkan berjualan di sini. Tapi, saat ini malah tidak diper-bolehkan. Ada SMS (pesan singkat) bupati yang memperbolehkan itu,” kata Hosna, 35, PKL setempat.

Hosna mengungkapkan, sebenarnya pihaknya baru 10 hari menempati tempat tersebut. Namun, sudah dilakukan pengusiran. ”Kami tidak terima dengan penggusuran ini. Ini mata penghasilan kami. Me-ngapa kami harus dipindah,” ujarnya datar. Dia juga menuturkan, kalau dipindah ke selatan itu tidak produktif lantaran jarang ada pembeli yang datang.

”Di sebelah selatan itu siapa yang mau beli. Kami ini ingin dapat hasil produktif. Di tempat ini kami sudah bisa meraup untung,” katanya. Sementara Korlap PKL Abd. Shomad mengecam pener-tiban oleh satpol PP. Sebab, itu dilakukan sepihak oleh pemerintah. ”Kami ini hanya ingin berjualan. Mengapa selalu dibayang-bayangi penertiban sepihak semacam ini.

Sungguh keterlaluan,” ujarnya. Kasi Operasional Satpol PP Misyanto menjelaskan, pihaknya hanya menjalankan instruksi untuk melakukan penertiban. Selain itu, daerah tersebut memang dilarang untuk dilakukan jualan. ”Ini melanggar perda, makanya ditertibkan. Itu saja kok,” katanya kepada sejumlah wartawan lalu bergegas ke mobilnya.

Sumber : pamekasan.info

Ratusan Petani Garam Kecewa, Bakar Hasil Panen di Gedung DPRD

Written By Unknown on Saturday, September 15, 2012 | 19:04

Garam, Pulau Garam, Bakar Garam, Garam Pademawu, Garam Galis, Harga Garam 2012
PAMEKASAN - Ratusan Petani Garam dari Kecamatan Galis dan Kecamatan Pademawu berbondong-bondong datang ke DPRD Pamekasan (13/9/2012). Sesampainya di gedung DPRD mereka langsung membakar garam hasil panen tersebut sebagai bentuk kekecewaan anjloknya harga garam.

Sebelum ke DPRD, massa yang dimuat tiga truk lengkap dengan sound systemdan membawa lima karung garam itu menuju Kkantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) di Jalan Wahid Hasyim. Sekitar pukul 09.00 mereka tiba di sana dan langsung menggelar orasi. Namun, dari pihak DKP tidak ada yang menanggapi. Akhirnya mereka berlanjut ke gedung DPRD di Jalan Kabupaten. Nah, kebetulan saat itu sedang ada rapat paripurna.

Tak peduli sedang ada rapat paripurna, sesampainya di gedung DPRD massa langsung berorasi dan berteriak soal penghentian impor garam. ”Garam dalam negeri banyak. Kualitasnya juga bagus, tidak kalah dengan garam luar negeri, bahkan lebih bagus. Kenapa pemerintah masih mengimpor garam. Ini kesewenang-wenangan.

Kami para petani garam sangat menjerit dan menangis,” teriak Saleh, koordinator aksi saat berorasi. Menurut Saleh, dalam pengadaan garam impor pemerintah terkesan mengada-ada. ”Kenapa harus impor. Garam petani di gudang masih banyak dan tidak ada yang mau beli. Ini monopoli pemerintah,” paparnya.

Dikatakan, harga garam saat ini hanya Rp 250.000 per ton atau turun drastis dari tahun lalu Rp 750.000 per ton. ”Padahal, hasil garam tahun ini lebih bagus dari tahun lalu. Kualitas nomor satu, kenapa harganya anjlok,” kata Siti, 45, petani garam asal Desa Dasok, Kecamatan Pademawu yang ikut dalam aksi. Sebagai wujud rasa kecewanya, massa langsung membakar lima karung garam yang dibawa.

Mereka juga berteriak agar para wakil rakyat yang sedang rapat bisa keluar menemui mereka. Yakni, dengan harapan ikut memperjuangkan nasib para petani garam. Namun, para wakil rakyat tidak menemui petani. Sementara, suasana dan udara yang panas mulai membuat petani kepanasan. Akhirnya massa berniat akan masuk ke ruang rapat paripurna.

Namun, aparat polisi tampak bersiaga penuh. Beruntung tidak lama kemudian Muhdlar Abdullah selaku wakil ketua DPRD dengan didampingi Hosnan Ahmadi, ketua komisi B, keluar dari ruang sidang untuk menemui massa. ”Masalah harga garam ini memang merupakan masalah yang serius. Pemkab Pamekasan dan kami sebagai wakil rakyat Pamekasan, tidak bisa berbuat apa-apa tentang kebijakan harga garam tersebut.

Kebijakan ini langsung ke Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan ke pusat (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Red),” kata Muhdlar kepada massa. Pernyataan Muhdlar tersebut diamini oleh para demonstran. Bersamaan dengan itu, para perwakilan massa langsung diajak audiensi.

Hadir dalam audiensi itu antara lain Plt Sekkab Herman Kusnadi, Wakil Ketua DPRD Muhdlar Abdullah, Ketua Komisi B DPRD Hosnan Ahmadi, Kepala DKP Nurul Widiastutik, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bambang Edy Suprapto, tim monitoring garam dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Masyarakat (Kemenkokesra), Komisi Garam Pamekasan, serta lima perwakilan dari petani garam.

Adapun hasil audiensi, semua pihak yang hadir dalam audiensi akan membuat sebuah tim untuk menghadap ke Gubernur Provinsi Jatim (Soekarwo, Red) dan ke Disperindag Jatim. Bahkan, jika diperlukan akan menghadap ke Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk memperjuangkan nasib petani garam.

Sumber : pamekasan.info

Gudang Enggan Beli Tembakau Sawah

Written By Unknown on Wednesday, September 12, 2012 | 14:54

Tembakau sawah pamekasan
Pamekasan – Tembakau sawah yang ada di Pamekasan terancam keleleran. Pasalnya, sejumlah gudang yang ada di Kota Gerbang Salam itu enggan untuk membeli tembakau yang ditanam di lahan sawah. Akibatnya, banyak tembakau sawah milik petani tidak terjual. Informasinya, gudang yang membeli tembakau sawah hanya Djarum dan gudang-gudang kecil.

Gudang Garam juga mengambil tembakau sawah, namun sangat kecil tonasenya. Itu pun yang memiliki kualitas sangat baik. Sehingga, belakangan ini petani tembakau sawah pun mulai kebingungan. Warid, 55, warga Kangenan, Kecamatan Kota Pamekasan, mengaku sangat kecewa karena banyak gudang yang enggan membeli tembakau sawah.

Padahal, petani cukup berharap tembakaunya bisa cepat laku. ”Mengapa tidak dibeli. Kami kira tembakau sawah juga bagus,” ujarnya polos. Khawatir tidak terjual, sambung dia, kalau ada bandol yang datang ke rumahnya langsung dikasihkan dengan harga yang layak. ”Meski dengan harga murah, dijual saja. Itu supaya tembakau tetap laku,” ujarnya.

Salah satu anggota Tim Pengawas Tata Niaga Tembakau (TPTNT) Heru Budi Prayitno men- jelaskan, dari setiap gudang yang didatangi tim, memang jarang yang mau membeli tembakau sawah. Hanya gudang-gudang kecil saja yang mau beli tembakau sawah. ”Sejak awal memang sudah diwantiwanti bagaimana tembakau itu bisa terjual,” tuturnya datar.

Sementara itu, Kepala Disperindag Bambang Edy Suprapto menjelaskan, sejak awal pihaknya memang sudah mewantiwanti para petani untuk tidak menanam tembakau di lahan sawah. Namun, petani tetap saja melakukan penanaman. ”Mereka memaksa menanam. Ya, kalau begini siapa yang disalahkan,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Jawa Pos Radar Madura. 

Sumber : pamekasan.info

Harga Tembakau yang Membuat Petani Ketar-Ketir

Written By Unknown on Tuesday, September 4, 2012 | 11:34

Pamekasan - Nasib petani tembakau tahun ini memang sangat memprihatinkan. Itu karena harga si daun emas cukup murah. Hasil tembakau diperkirakan tidak akan bisa mencukupi modal yang dikeluarkan. Bayangkan, pembelian gudang terhadap si daun emas itu mayoritas di bawah BEP (break event point).

BEP itu dianggap sebagai komitmen antara pemkab dan pabrikan. Namun, pihak pabrikan malah membeli di bawah. Meski harga tertinggi pabrikan cukup tinggi. Namun, jarang direalisasikan. Bahkan, belakangan harga tembakau makin anjlok. Dikabarkan, sejumlah gudang sudah akan membeli dengan harga yang lebih murah dari sebelumnya.

Gudang Garam misalnya, sudah mulai memainkan great 03 (great terendah). Meski hanya sekitar 20 hingga 30 persen. Kisaran harga terendah itu antara Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu. Termasuk, Djarum dan sejumlah gudang yang lain. Dengan begitu, petani akan semakin meradang. Semakin lebih sengsara lagi.

Kendati demikian, pihak gudang berdalih harga rendah bukan kemauan dari pihaknya. Melainkan karena kualitas tembakau petani memang jelek. Sehingga, tidak berani untuk mengangkat greatterlalu tinggi. Informasinya, saat ini sudah ada dua gudang yang tidak melakukan pembelian. Itu karena kuota pembelian gudang tersebut sudah penuh.

Dua gudang yang tutup itu adalah Daun Emas dan LSB (Sampoerna). Bahkan, untuk LSB dipastikan sudah melebihi kuota. Yakni, dari target 6.000 ton, sudah terpenuhi 6.500 ton. Kuasa Pembelian PT Gudang Garam Suli Faris menjelaskan, pihaknya memang melakukan pembelian dengan harga terendah untuk saat ini.

Itu karena alasan kualitas tembakau yang tidak bisa diandalkan. ”Kualitasnya jelek. Makanya great03 kami mainkan,” katanya. Dia menuturkan, pihaknya hanya membeli tembakau yang great03 itu tidak banyak. Pembelian great03 itu hanya berkisar 20 persen. ”Jadi, kami membeli di atas itu. Tapi, dengan kualitas yang bisa dipertaruhkan. Kami ingin beli mahal, tapi kalau kualitasnya begitu (jelek, Red), mau diapainlagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Bambang Edy Suprapto menjelaskan, anjloknya harga itu juga diakibatkan karena pembukaan gudang tidak sama. ”Itu wajar. Bahkan, diprediksi harga akan semakin rendah. Itu karena kompetitornya semakin tipis, ” tuturnya. Apalagi, terang dia, gudang itu tidak hanya membeli dari petani di Pamekasan. Melainkan, membeli tembakau dari daerah lain.

”Makanya, ada gudang yang tutup karena kuotanya sudah cukup. Dan, tidak buka lagi. Itu menjadi kebijakan dari pabrikan,” tuturnya. Sebenarnya, sambung dia, pihaknya sudah berupaya untuk menekan. Tapi, tidak bisa sebab itu menjadi kebijakan gudang. ”Tapi, kami sudah mengirimkan surat kepada gudang yang tutup untuk membuka. (radar)

Sumber : pamekasan.info

Dengar Gudang akan Tutup, Bupati Pamekasan Sidak

Written By Unknown on Sunday, September 2, 2012 | 15:18

Bupati Pamekasan Pantau Gudang Rokok, Tembakau Madura
Pamekasan - Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengaku prihatin setelah mendengar kabar salah satu gudang tembakau di Pamekasan akan tutup. Tanggal 30/8/2012, secara mendadak bupati langsung memanggil beberapa instansi terkait untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang tembakau. Itu dilakukan, untuk memastikan kabar buruk tersebut.

Bupati yang didampingi Wakil Bupati (Wabup) Kadarisman Sastrodiwirjo tampak serius berupaya mengawal tata niaga tembakau tersebut. berbeda dengan sidak biasanya, bupati memilih menggunakan mobil pribadi tanpa patwal. Bahkan, untuk memastikan rahasianya sidak tersebut, Wabup menyita handphone (HP) semua rombongan sidak.

”Bahkan, ketika kami panggil untuk kumpul di pendopo, belum tahu jika akan saya ajak sidak,” kata Kholilurrahman kepada Jawa Pos Radar Madura. Menurut bupati, sasaran pertama sidak ke gudang yang kabarnya akan tutup, antara lain ke gudang PT Langgeng Setia Bhakti (LSB) pemegang kuasa pembelian tembakau PT Sampoerna, di Dusun Asem Manis Desa Murtajih Kec Pademawu. ”Setelah saya tanya, memang gudang akan tutup pada 3 September mendatang.

Hal ini dilakukan karena kebutuhan gudang memang sudah terpenuhi,” tutur bupati. Menurut bupati, kebutuhan gudang PT LSB untuk tahun ini sebanyak 6.000 ton tembakau, sementara hingga 30/8/2012 gudang sudah terpenuhi 4.500 ton. ”Jadi, 3 September besok, kebutuhan gudang sudah sampai pada 6.000 ton.

Kalau memang kebutuhan gudang sudah terpenuhi mau gimana lagi,” ujarnya. Namun, Kholilurrahman berjanji tetap akan berusaha agar gudang PT LSB bisa menunda tutup gudangnya, karena Tembakau Rakyat Pamekasan masih banyak yang belum terjual. ”Saya sudah mengirim surat kepada pemilik PT LSB, agar bisa memperpanjang lagi dan menunda waktu penutupan gudang,” tutur bupati.

Usai sidak di gudang PT LSB, bupati melanjutkan sidak ke beberapa gudang yang lain. Di antaranya, dua Gudang Perusahaan Rokok Gudang Garam, dan dua gudang perusahaan Rokok Djarum. Kholil sapaan akrab bupati terlihat sedikit lega, karena gudang-gudang tersebut masih cukup lama melakukan pembelian.

”Untuk gudang Djarum dan Gudang Garam tutupnya masih lama, kerena memang baru buka dan kebutuhan tembakau masih banyak. Gudang Djarum baru terpenuhi 1.000 ton dari kebutu-han 7.000 ton, sedangkan Gudang Garam baru terpenuhi 500 ton dari kebutuhan 4.000 ton,” terang mantan ketua NU Pamekasan ini. (radar)

Sumber : pamekasan.info

Tarif Kartu As Madura Terbaru

Written By Unknown on Friday, August 31, 2012 | 12:47

Tarif Kartu As Madura Terbaru
Kini Anda yang tinggal di Pulau Madura bisa menikmati keistimewaan nelpon murah serta bonus yang tidak putus-putus dari Kartu As. Dengan Perdana Kartu As Madura, pengguna akan langsung mendapatkan Gratis 90 Menit Nelpon, Gratis 600 SMS plus Gratis Internetan 10MB. Makanya, segera beli Perdana Kartu As Madura, Kartuna Oreng Madure, dan nikmati penawaran khususnya
 

Promo
Tarif jika pelanggan di Pulau Madura
Tarif jika pelanggan di Luar Pulau Madura
Tarif & Promo Nelpon Telpon ke sesama Telkomsel 
00.00 - 16.59 
Gratis nelpon selama 60 menit setelah nelpon 30 menit (akumulasi) dengan tarif Rp.40,-/menit


17.00 - 23.59 
Gratis nelpon selama 30 menit setelah nelpon 30 menit (akumulasi) dengan tarif Rp.80,-/menit


Telpon ke operator lain 
00.00 - 23.59: Rp 270/menit 
Telpon ke sesama Telkomsel 

00.00 - 16.59 
Gratis nelpon selama 60 menit setelah nelpon 30 menit (akumulasi) dengan tarif Rp.40,-/menit

17.00 - 23.59 
Gratis nelpon selama 30 menit setelah nelpon 30 menit (akumulasi) dengan tarif Rp.80,-/menit


Telpon ke operator lain 
00.00 - 23.59: Rp 360/30 detik sampai 120 detik, selanjutnya Rp 270/menit 
Tarif & Promo SMS  Tarif 
Rp 150/SMS ke semua operator domestik

Bonus 
00.00 - 16.59: Kirim 1 SMS, gratis 480 SMS ke sesama TELKOMSEL + gratis 20 SMS ke operator lain
17.00 - 23.59: Kirim 2 SMS, gratis 80 SMS ke sesama TELKOMSEL + gratis 20 SMS ke operator lain
Tarif 
Rp 150/SMS ke semua operator domestik

Bonus 
00.00 - 16.59: Kirim 1 SMS, gratis 480 SMS ke sesama TELKOMSEL + gratis 20 SMS ke operator lain
17.00 - 23.59: Kirim 4 SMS, gratis 80 SMS ke sesama TELKOMSEL + gratis 20 SMS ke operator lain
Data Promo  Tarif 
Rp 2/kB,

Bonus 
Pakai Rp. 1000,- (500kB) gratis 10 MB berlaku sepanjang hari 
Tarif 
Rp 2/kB,

Bonus 
Pakai Rp. 1000,- (500kB) gratis 10 MB berlaku sepanjang hari 
Telpon ke Arab Saudi  Rp. 1400,-/menit sepanjang hari dengan menggunakan kode akses 01017  Rp. 1400,-/menit sepanjang hari dengan menggunakan kode akses 01017 

Sumber : Telkomsel.com

Berita Popular

 
Support : Download Makalah | Blog Falophi | Ikut Belajar Blog | Falophi.com | Wong Pakong Blog
| Fastpay Bersama Copyright © 2012. Wong Pademawu - All Rights Reserved
Template Modify by Wong Pademawu Blogs
Proudly powered by Blogger